Thursday, July 3, 2014

Belajar Sistem Informasi Akuntansi


Salam NewGen, kali ini saya akan share tentang Sistem Informasi Akuntansi mungkin hanya sedikit yang akan saya share masih banyak lagi yang lainnya tentang SIA silahkan cari-cari lagi ya ke si Mbah atau ke buku-buku tentang SIA... hehe
Ok langsung saja materi-materinya sebagai berikut :

Siklus Pengeluaran
Ada 3 aktivitas dasar dalam siklus pengeluaran :
1.      Pemesanan barang, pasokan dan jasa
2.      Penerimaan dan penyimpanan barang, pasokan dan jasa

3.      Pembayaran barang, pasokan dan jasa
Fungsi ketiga dari SIA adalah menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Kegunaan dalam siklus pengeluaran berarti bahwa SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk fungsi berikut :
·         Menentukan kapan dan berapa banyak persediaan tambahan untuk  dipesan.


Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data terkait dengan pabrikasi suatu produk.
Ada 4 aktivitas dasar dalam siklus produksi :
1.      Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah perancangan produk. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merancang suatu produk yang sesuai kebutuhan konsumen tentang kualitas, daya tahan, dan fungsionalitas dengan tetap meminimalkan biaya produksi.
2.      Perencanaan dan penjadualan
Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.
3.      Operasi Produksi
Berbagai perusahaan menerapkan aktivitas ini dengan cara yang sangat berbeda satu dan lainnya.
Apakah computer-integrated manufacturing (CIM)? Penggunaan teknologi informasi dalam proses produksi.
4.      Akuntansi Biaya
Activity-Based Costing (ABC): ABC menelusuri biaya pada aktivitasnya dan hanya mengalokasikan biaya tersebut pada produk atau departemen.


Apa relationships antara bahan dalam proses dan entitas 3 aktivitas?
        Semuanya one-to-many
Apa artinya?
        Setiap proses produksi mungkin melibatkan sejumlah bahan baku, operasi tenaga kerja, dan operasi mesin.
        Setiap aktivitas tersebut terhubung dengan proses produksi tertentu.
Metode Pengendalian Persediaan
Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi. Perencanaan material secara detail dilakukan dengan Material Requirement Planning, yaitu pengabungan aktivitas yang mempengaruhi koordinasi dari suatu usaha didalam perusahaan.
Untuk menjalankan sistem MRP, ada tiga elemen utama yang harus dimasukkan, yaitu:
  1. Jadual induk produksi (Master Production Schedule/MPS)
  2. Jumlah kebutuhan Material (Bill of Material/BOM)
  3. Status persediaan (Inventory Status)
Dalam jumlah induk produksi diuraikan bahan jadi yang akan diproduksi, yaitu meliputi waktu dan jumlah yang diproduksi. Jumlah kebutuhan material berisi jumlah kebutuhan material-material pembentuk bahan jadi, baik bahan mentah maupun bahan yang dibeli jadi. Status persediaan berisi informasi tentang persediaan material, order pembelian dan order pekerjaan.
Dari data imput kedalam sistem MRP akan didapat beberapa informasi sebagai berikut:
  1. Kebutuhan komponen/material pada periode-periode dalam jangka waktu tertentu (Gross Requirement).
  2. Komponen/material yang harus disediakan pada awal produksi (overdue)
  3. Status persediaan komponen/material pada akhir suatu periode (Project On Hand)
  4. Jumlah komponen/material yang harus disediakan pada awal suatu periode (planned order)
Pada metode MRP terdapat beberapa hal yang mendasar, yaitu:
  1. Permintaan material bersifat tergantung (dependent)
  2. Filosofi pemesanan sesuai permintaan
  3. Ramalan/perkiraan berdasarkan Master Production Schedule
  4. Konsep pengawasan meliputi semua item
  5. Lot sizing bersifat beragam
  6. memenuhi kebutuhan produksi
  7. Tipe persediaan adalah bahan mentah atau setengah jadi
Sebagai alat perencana dan pengontrol yang merupakan metode efektif dalam manajemen persediaan, MRP memberikan beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Investasi persediaan dapat ditekan serendah mungkin
  2. perencanaan dapat dilakukan secara detail dapat berubah sesuai keadaan
  3. Penyediaan data untuk masa mendatang dengan basis tiap item
  4. Pengontrolan persediaan dapat dilakukan setiap saat
  5. Jumlah pemesanan berdasarkan kebutuhan
  6. fokus pada waktu kebutuhan material

Buku Besar dan Sistem Penggajian
Aktivitas dasar yang dilakukan pada buku besar dan sistem pelaporan
1)      Update buku besar
Updating terdiri atas posting jurnal yang berasal dari 2 sumber:
·         Subsystem akuntansi
·         Treasurer


2)      Posting jurnal penyesuaian
Ada 5 kelompok dasar atas jurnal penyesuaian
1.      Accruals (utang gaji)
2.      Deferrals (sewa, bunga, asuransi)
3.      Estimates (depresiasi)
4.      Revaluation (perubahan dalam metode persediaan)
5.      Corrections


3)      Menyiapkan laporan keuangan
  • Laporan laba-rugi disiapkan terlebih dahulu.
  • Neraca disiapkan berikutnya.
  • Laporan aliran kas disiapkan terakhir. 
4)      Membuat laporan menajerial
Ada 2 kelompok laporan manajerial
·         Laporan pengendalian buku besar
·         Anggaran

Aktivitas dasar pada siklus penggajian
1)      Update file master payroll 
2)      Update tingkat pajak dan pengurangan lainnya
3)      Validasi waktu dan data absensi
4)      Menyiapkan penggajian
5)      Membagikan gaji
6)      Menghitung tunjangan karyawan yang telah dibayarkan dan pajaknya
7)      Menghitung pajak penggajian dan pengurangan lainnya


Audit Sistem Informasi berbasis Komputer
Menurut American Accounting Association, definisi Auditing adalah proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti transaksi terkait dengan kejadian ekonomi perusahaan untuk memperoleh derajat hubungan antara data yang diperoleh dan kriteria yang telah disusun sebelumnya, serta mengkomunikasikan hasilnya dengan pihak yang berkepentingan.

Tiga jenis audit yang umumnya dilakukan :
a)      Audit keuangan
Audit keuangan menguji reliabilitas dan integritas catatan akuntansi (baik informasi keuangan maupun operasional).
b)      Audit sistem informasi
Audit sistem informasi menilai pengendalian umum dan aplikasi pada suatu SIA untuk mengukur kepatuhan dengan prosedur kebijakan pengendalian internal serta efektivitasnya dalam menjaga aset.
c)      Audit manajerial atau operasional
Audit operasional/manajerial memusatkan perhatian pada penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien serta pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.

Langkah-langkah Audit ada 4 langkah diantaranya sebagai berikut :
1)      Perencanaan Audit
·         Menentukan cakupan dan tujuan
·         Organisasi tim audit
·         Mempelajari operasi usaha
·         Mempelajari hasil audit sebelumnya
·         Identifikasi faktor resiko
·         Menyiapkan program audit
2)      Pengumpulan bukti audit
·      Observasi aktivitas operasional
·      Mempelajari dokumen
·      Diskusi dengan karyawan dan kuesioner
·      Pengujian fisik atas aset
·      Konfirmasi dengan pihak ketiga
·      Mengukur ulang kinerja prosedur
·      Memeriksa dokumen sumber
·      Pengujian analitis dan sampling
3)      Evaluasi bukti audit
·         Mengukur Kualitas pengendalian Intern
·         Mengukur reliabilitas informasi
·         Mengukur kinerja operasi
·         Mempertimbangkan kebutuhan bukti -
·         tambahan
·         Mempertimbangkan faktor resiko
·         Mempertimbangkan faktor materialitas
·         Dokumentasi temuan audit
4)      Komunikasi hasil audit
·      Formulasi kesimpulan audit
·      Membuat rekomendasi bagi manajemen
·      Mempresentasikan hasil audit kepada manajemen

Sejumlah program komputer, disebut computer audit software (CAS) atau  generalized audit software (GAS), telah dibuat khusu untuk auditor.
CAS adalah program komputer yang menurut spesifikasi auditor mampu membuat program untuk melakukan fungsi audit

Semoga Bermanfaat, salam NewGen...

Referensi : Romney, Marshall B., 2006, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta










No comments:

Post a Comment