Monday, July 7, 2014

Membuat Aplikasi Kriptografi dengan VB.Net 2008



Salam NewGen, semoga masih semngat ya untuk belajar programnya.. kali ini saya akan share tentang membuat aplikasi sederhana kriptografi dengan vb.net 2008 yang pada sebelumnya di Kriptografi denganTeknik Subtitusi & Tranpisisi kita hanya belajar tentang pengertian, perhitungan dan algoritmanya sekarang kita akan mencoba membuat aplikasinya disini saya akan membuat aplikasi kriptografi dengan teknik subtitusi, ok langsung saja..
Pertama kita buka terlebih dahulu Visual Studio 2008nya, kemudian buat project baru dengan cara pilih File >> New >> Project

Berinama Project dengan nama Aplikasi Kriptografi dan pilih lokasi penyimpanannya kemudian setelah selesai klik OK


Setalah Membuat project kita design Formnya terlebih dahulu lihat gambar di bawah in!


Propertiesnya
TextBox1 = plaintext
TextBox2 = chipertext
RadioButton1 = Radioenkrip
RadioButton2 = Radiodeskrip
Button1 = btnProses
Button2 = btnHapus
Button3 = btnKeluar
Selanjutnya kita buat Source Codenya

Form Load



Radioenkrip & Radiodeskrip ChackedChange



btnProses Click



btnHapus & btnKeluar Click



Selesai tinggal kita coba running deh..

Tampilan Proses Enkripsi



Tampilan Proses Deskripsi


tetap semangat, semoga bermanfaat... salam NewGen..
Baca Selengkapnya.. »»

Saturday, July 5, 2014

Belajar Sistem Operasi


Salam NewGen, Kita lanjut lagi belajar tentang teori-teori lagi nie kali ini kita saya akan share Belajar sistem operasi, yang akan kita pelajari sekarang adalah tentang :


·         Fungsi Manajemen Memory
·         Fungsi Manajemen File
·         Konsep Operasi Manajemen File
·         Pengertian Sistem Operasi Terdistribusi
·         Syarat – syarat Deadlock
·         Perhitungan Penjadwalan (PSJN/F, HPRN, dan RR)

Ok langsung saja kita ke pelajaran yang pertama
1.      Fungsi manajemen Memory
a)      Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.
b)      Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
c)      Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.
d)     Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.
Sistem operasi memberikan tanggapan terhadap manajemen memori utama untuk aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

a)   Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
b) Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil kememori jika masih ada ruang di memori.
c)   Mengalokasikan dan mendelokasikan ruang memori jika diperlukan

2.      Fungsi Manajemen File
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format.

Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :
·         Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
·         Mekanisme pemakaian file secara bersama.
·        Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan    atau dari upaya penghancuran informasi.
·       Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
·         Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
·         Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.

3.      Konsep Operasi Manajemen File
Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :
·         File
Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.
·         Direktori
Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.
4.      Syarat – syarat Deadlock
Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih tidak dapat meneruskan eksekusinya.
Menurut Coffman dalam bukunya "Operating System" menyebutkan empat syarat bagi terjadinya deadlock, yaitu:
a)      Mutual Exclusion
Suatu kondisi dimana setiap sumber daya diberikan tepat pada satu proses pada suatu waktu.
b)      Hold and Wait
Kondisi yang menyatakan proses-proses yang sedang memakai suatu sumber daya dapat meminta sumber daya yang lain.
c)      Non-pre-emptive
Kondisi dimana suatu sumber daya yang sedang berada pada suatu proses tidak dapat diambil secara paksa dari proses tersebut,sampai proses itu melepaskannya.
d)     Circular Wait
Kondisi yang menyatakan bahwa adanya rantai saling meminta sumber daya yang dimiliki oleh suatu proses oleh proses lainnya.

5.       Perhitungan Penjadwalan (PSJN/F, HPRN, dan RR)
·         Premptive Short Job Next / First ( PSJN/F)
Merupakan penjadwalan dengan prioritas dan dengan preempsi. Prioritas didasarkan akan pendekatannya suatu proses sedangkan preempsi sebagai akibat masuknya proses yang berprioritas tersebut kedalam CPU.
Perhatikan saat tiba dan lama proses, jika ada proses yang sudah tiba dan lama prosesnya yang lebih pendek dari sisa proses yang sedang berada pada CPU maka atas dasar preempsi proses yang berada pada CPU tersebut harus keluar dan digantikan yang baru, tetapi jika lama proses tersebut sama, maka CPU wajib merampungkan proses yang berada pada CPU tersebut.
Contoh :

Tentukan Rata-rata Lama Tanggap Kelima proses itu! 
Cara perhitungannya adalah kita urutkan terlebih dahulu mana yang terlebih dahulu di proses oleh CPU sesuai ketentuan PSJN/F


Dari gambar di atas kita dapat mengisi tabel dibawah ini


Jadi, Rata-rata lama tanggap kelima proses tersebut adalah 15,2 satuan

·         Highest Penalty Ratio Next ( HPRN )
Merupakan penjadwalan dengan kriteria berprioritas tetapi tanpa preempsi, prioritas didasarkan atas tingginya Ratio penalty (Rp), Ratio penalty dirumuskan dengan T / t dimana Lama Tanggap (T) adalah jumlah dari lama tunggu / waktu sia-sia (S) terhadap lama proses (t) sehingga Ratio penalty dirumuskan menjadi :
Rp = ( S + t ) / t
Contoh :

Tentukan Rata-rata Lama Tanggap Kelima proses tersebut! 
Cara perhitungannya adalah kita urutkan terlebih dahulu mana yang terlebih dahulu di proses oleh CPU sesuai ketentuan dan Rumus HPRN
B >> 4 – 1 = 3 >> ( 3 + 2 ) / 2 = 2,5 (Dikerjakan terlebih dahulu)
C >> 4 – 2 = 2 >> ( 2 + 5 ) / 5 = 1,4
D >> 4 – 3 = 1 >> ( 1 + 8 ) / 8 = 1,2
E >> 4 – 4 = 0 >> ( 0 + 4 ) / 4 = 1,0
===================================
C >> 6 – 2 = 4 >> ( 4 + 5 ) / 5 = 1,8 (Dikerjakan terlebih dahulu)
D >> 6 – 3 = 3 >> ( 3 + 8 ) / 8 = 1,5
E >> 6 – 4 = 2 >> ( 2 + 4 ) / 4 = 1,3
===================================
D >> 11 – 3 = 8 >> ( 8 + 8 ) / 8 = 2
E >> 11 – 4 = 7 >> ( 7 + 4 ) / 4 = 2,1 (Dikerjakan terlebih dahulu)
Berdasarkan hasil perhitungan diatas kita bisa gambarkan seperti dibawah ini


Dari gambar di atas kita dapat mengisi tabel dibawah ini

 
Jadi, Rata-rata lama tanggap kelima proses tersebut adalah 9,8 satuan

·         Round Robbin ( RR )
Disebut juga dengan Putar Gelang, penjadwalan ini berlangsung tanpa prioritas tetapi dengan preempsi hanya proses yang telah rampung yang meningggalkan prosesor (Termitask) sedangkan sisa proses akibat preempsi yang belum rampung akan kembali berganti diakhir antrian, semakin besar nilai Quantum time (q) semakin kecil Switch antar proses.

Contoh :


Tentukan Rata-rata Lama Tanggap Kelima proses itu dengan Q = 5!
Cara perhitungannya adalah kita urutkan terlebih dahulu mana yang terlebih dahulu di proses oleh CPU sesuai ketentuan RR


Dari gambar di atas kita dapat mengisi tabel dibawah ini


Jadi, Rata-rata lama tanggap kelima proses tersebut adalah 27,0 satuan

Selesai Selamat Belajar, Semoga Bermanfaat

Salam NewGen...
Baca Selengkapnya.. »»

Thursday, July 3, 2014

Belajar Sistem Informasi Akuntansi


Salam NewGen, kali ini saya akan share tentang Sistem Informasi Akuntansi mungkin hanya sedikit yang akan saya share masih banyak lagi yang lainnya tentang SIA silahkan cari-cari lagi ya ke si Mbah atau ke buku-buku tentang SIA... hehe
Ok langsung saja materi-materinya sebagai berikut :

Siklus Pengeluaran
Ada 3 aktivitas dasar dalam siklus pengeluaran :
1.      Pemesanan barang, pasokan dan jasa
2.      Penerimaan dan penyimpanan barang, pasokan dan jasa

3.      Pembayaran barang, pasokan dan jasa
Fungsi ketiga dari SIA adalah menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Kegunaan dalam siklus pengeluaran berarti bahwa SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk fungsi berikut :
·         Menentukan kapan dan berapa banyak persediaan tambahan untuk  dipesan.


Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data terkait dengan pabrikasi suatu produk.
Ada 4 aktivitas dasar dalam siklus produksi :
1.      Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah perancangan produk. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merancang suatu produk yang sesuai kebutuhan konsumen tentang kualitas, daya tahan, dan fungsionalitas dengan tetap meminimalkan biaya produksi.
2.      Perencanaan dan penjadualan
Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.
3.      Operasi Produksi
Berbagai perusahaan menerapkan aktivitas ini dengan cara yang sangat berbeda satu dan lainnya.
Apakah computer-integrated manufacturing (CIM)? Penggunaan teknologi informasi dalam proses produksi.
4.      Akuntansi Biaya
Activity-Based Costing (ABC): ABC menelusuri biaya pada aktivitasnya dan hanya mengalokasikan biaya tersebut pada produk atau departemen.


Apa relationships antara bahan dalam proses dan entitas 3 aktivitas?
        Semuanya one-to-many
Apa artinya?
        Setiap proses produksi mungkin melibatkan sejumlah bahan baku, operasi tenaga kerja, dan operasi mesin.
        Setiap aktivitas tersebut terhubung dengan proses produksi tertentu.
Metode Pengendalian Persediaan
Material Requirement Planning (MRP) adalah suatu metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi. Perencanaan material secara detail dilakukan dengan Material Requirement Planning, yaitu pengabungan aktivitas yang mempengaruhi koordinasi dari suatu usaha didalam perusahaan.
Untuk menjalankan sistem MRP, ada tiga elemen utama yang harus dimasukkan, yaitu:
  1. Jadual induk produksi (Master Production Schedule/MPS)
  2. Jumlah kebutuhan Material (Bill of Material/BOM)
  3. Status persediaan (Inventory Status)
Dalam jumlah induk produksi diuraikan bahan jadi yang akan diproduksi, yaitu meliputi waktu dan jumlah yang diproduksi. Jumlah kebutuhan material berisi jumlah kebutuhan material-material pembentuk bahan jadi, baik bahan mentah maupun bahan yang dibeli jadi. Status persediaan berisi informasi tentang persediaan material, order pembelian dan order pekerjaan.
Dari data imput kedalam sistem MRP akan didapat beberapa informasi sebagai berikut:
  1. Kebutuhan komponen/material pada periode-periode dalam jangka waktu tertentu (Gross Requirement).
  2. Komponen/material yang harus disediakan pada awal produksi (overdue)
  3. Status persediaan komponen/material pada akhir suatu periode (Project On Hand)
  4. Jumlah komponen/material yang harus disediakan pada awal suatu periode (planned order)
Pada metode MRP terdapat beberapa hal yang mendasar, yaitu:
  1. Permintaan material bersifat tergantung (dependent)
  2. Filosofi pemesanan sesuai permintaan
  3. Ramalan/perkiraan berdasarkan Master Production Schedule
  4. Konsep pengawasan meliputi semua item
  5. Lot sizing bersifat beragam
  6. memenuhi kebutuhan produksi
  7. Tipe persediaan adalah bahan mentah atau setengah jadi
Sebagai alat perencana dan pengontrol yang merupakan metode efektif dalam manajemen persediaan, MRP memberikan beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Investasi persediaan dapat ditekan serendah mungkin
  2. perencanaan dapat dilakukan secara detail dapat berubah sesuai keadaan
  3. Penyediaan data untuk masa mendatang dengan basis tiap item
  4. Pengontrolan persediaan dapat dilakukan setiap saat
  5. Jumlah pemesanan berdasarkan kebutuhan
  6. fokus pada waktu kebutuhan material

Buku Besar dan Sistem Penggajian
Aktivitas dasar yang dilakukan pada buku besar dan sistem pelaporan
1)      Update buku besar
Updating terdiri atas posting jurnal yang berasal dari 2 sumber:
·         Subsystem akuntansi
·         Treasurer


2)      Posting jurnal penyesuaian
Ada 5 kelompok dasar atas jurnal penyesuaian
1.      Accruals (utang gaji)
2.      Deferrals (sewa, bunga, asuransi)
3.      Estimates (depresiasi)
4.      Revaluation (perubahan dalam metode persediaan)
5.      Corrections


3)      Menyiapkan laporan keuangan
  • Laporan laba-rugi disiapkan terlebih dahulu.
  • Neraca disiapkan berikutnya.
  • Laporan aliran kas disiapkan terakhir. 
4)      Membuat laporan menajerial
Ada 2 kelompok laporan manajerial
·         Laporan pengendalian buku besar
·         Anggaran

Aktivitas dasar pada siklus penggajian
1)      Update file master payroll 
2)      Update tingkat pajak dan pengurangan lainnya
3)      Validasi waktu dan data absensi
4)      Menyiapkan penggajian
5)      Membagikan gaji
6)      Menghitung tunjangan karyawan yang telah dibayarkan dan pajaknya
7)      Menghitung pajak penggajian dan pengurangan lainnya


Audit Sistem Informasi berbasis Komputer
Menurut American Accounting Association, definisi Auditing adalah proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti transaksi terkait dengan kejadian ekonomi perusahaan untuk memperoleh derajat hubungan antara data yang diperoleh dan kriteria yang telah disusun sebelumnya, serta mengkomunikasikan hasilnya dengan pihak yang berkepentingan.

Tiga jenis audit yang umumnya dilakukan :
a)      Audit keuangan
Audit keuangan menguji reliabilitas dan integritas catatan akuntansi (baik informasi keuangan maupun operasional).
b)      Audit sistem informasi
Audit sistem informasi menilai pengendalian umum dan aplikasi pada suatu SIA untuk mengukur kepatuhan dengan prosedur kebijakan pengendalian internal serta efektivitasnya dalam menjaga aset.
c)      Audit manajerial atau operasional
Audit operasional/manajerial memusatkan perhatian pada penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien serta pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.

Langkah-langkah Audit ada 4 langkah diantaranya sebagai berikut :
1)      Perencanaan Audit
·         Menentukan cakupan dan tujuan
·         Organisasi tim audit
·         Mempelajari operasi usaha
·         Mempelajari hasil audit sebelumnya
·         Identifikasi faktor resiko
·         Menyiapkan program audit
2)      Pengumpulan bukti audit
·      Observasi aktivitas operasional
·      Mempelajari dokumen
·      Diskusi dengan karyawan dan kuesioner
·      Pengujian fisik atas aset
·      Konfirmasi dengan pihak ketiga
·      Mengukur ulang kinerja prosedur
·      Memeriksa dokumen sumber
·      Pengujian analitis dan sampling
3)      Evaluasi bukti audit
·         Mengukur Kualitas pengendalian Intern
·         Mengukur reliabilitas informasi
·         Mengukur kinerja operasi
·         Mempertimbangkan kebutuhan bukti -
·         tambahan
·         Mempertimbangkan faktor resiko
·         Mempertimbangkan faktor materialitas
·         Dokumentasi temuan audit
4)      Komunikasi hasil audit
·      Formulasi kesimpulan audit
·      Membuat rekomendasi bagi manajemen
·      Mempresentasikan hasil audit kepada manajemen

Sejumlah program komputer, disebut computer audit software (CAS) atau  generalized audit software (GAS), telah dibuat khusu untuk auditor.
CAS adalah program komputer yang menurut spesifikasi auditor mampu membuat program untuk melakukan fungsi audit

Semoga Bermanfaat, salam NewGen...

Referensi : Romney, Marshall B., 2006, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta










Baca Selengkapnya.. »»